20 Film Korea Terbaik Box Office dengan Rating Tertinggi Sepanjang Masa

135674

5. Film korea terbaik Memories of Murder (2003)

Memories of Murder (2003)

Rating Memories of Murder (2003) : 8.1/10

Sinopsis film korea terbaik memories of murder

Pada tahun 1986 di Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan terjadi kasus pembunuhan disertai pemerkosaan secara berantai. Penyelidikan menunjukkan ada beberapa kesamaan dalam korban yang ditemukan, yaitu sama-sama wanita muda, memakai baju merah dan selalu dibunuh pada saat malam hujan. Untuk menyelesaikan kasus tersebut ditunjuklah seorang detektif lokal bernama Park Doo-man (Song Kang-ho) dan seorang detektif dari Seoul bernama Seo Tae-Yoon (Kim Sang-kyung). Keduanya adalah detektif yang sangat bertolak belakang baik dari sifat maupun teknik investigasi. Park Doo-man adalah orang yang sangat emosional, sok tahu dan tidak pernah patuh pada prosedur. Daripada mencari bukti ia lebih memilih menghajar tersangkan supaya ia mau mengaku. Sedangkan Seo Tae-yoon adalah detektif yang lebih kalem, mengutamakan penyelidikan dan sangat percaya pada dokumen dan sesuai prosedur. Dengan cara masing-masing mereka berusaha menangkap pembunuh sebenarnya, tapi selalu berujung pada kegagalan meski banyak tersangka yang dicurigai. Petunjuk yang minim, muncul banyak msiteri baru dan berbagai halangan lain membuat penyelidikan makin rumit dan korban terus saja berjatuhan.

Sebuah film misteri yang bagus akan membuat penontonnya tenggelam dalam misteri tersebut, ikut memikirkannya sepanjang film, bahkan terus memikirkan dan membicarakannya setelah film itu berakhir. Memories of Murder masuk dalam kategori tersebut. Pemaparan kasus beserta penyelidikan dalam film ini sangat menarik. Kisahnya membuat penonton ikut berpikir tentang fakta sebenarnya dari berbagai petunjuka yang ada. Tapi setiap penonton mulai menarik jawaban atas kasus tersebut, muncul lagi msiteri baru yang membuyarkan jawaban tersebut. Tiap ada satu jawaban muncul juga satu pertanyaan. Begitu terus dan membuat tensi film ini selalu terjaga walaupun durasinya lebih dari dua jam. Tapi tentu saja jika hanya itu yang diandalkan untuk menjaga tensi pastinya akan terasa membosankan. Tapi film ini masih punya jurus lain untuk membuat kisahnya selalu menarik. Di sela investigasi yang menuntut otak,  ada juga momen menegangkan macam sebuah adegan kejar-kejaran yang begitu intens, adegan perkelahian yang muncul akibat sisi depresif yang mulai muncul dari masing-masing karakternya, bahkan ada juga beberapa momen yang menampilkan selipan humor segar khususnya dari tokoh Park Doo-man yang diperankan dengan amat baik oelh Song Kang-ho. Momen komedik dia jago, momen drama dia luar biasa. Tatapan matanya di akhir film bisa jadi salah satu bukti kedalaman aktingnya.

4. Film korea terbaik Tae Guk Gi: The Brotherhood of War (2004)

film-korea-paling-sedih-tae-guk-gi-the-brotherhood-of-war

Rating Tae Guk Gi: The Brotherhood of War (2004) : 8.1/10  

Sinopsis film korea terbaik Tae Guk Gi: The Brotherhood of War

Film korea terbaik ini dilatar belakangi Perang Korea, film yang mengisahkan tentang dua bersaudara Lee Jin-Tae dan Lee Jin-seok. Jin-Tae rela putus sekolah dan bekerja sebagai penyemir sepatu agar adiknya bisa masuk universitas dan hidup lebih baik demi keluarga mereka (ayah mereka sudah wafat dan sang ibu kehilangan kemampuan bicara).
Sebelum impian itu terwujud, Perang Korea pecah. Jin-Seok dipaksa masuk sebagai tentara dan Jin-Tae nekat ikut demi menyelamatkan adiknya. Karena ingin adiknya bisa pulang, dan karena sang adik terkena asma, Jin-Tae membuat perjanjian dengan seorang perwira. Intinya, jika ia berhasil meraih medali, adiknya bisa dikirim pulang. Maka Jin-Tae memaksa ikut dalam misi-misi berbahaya dan berhasil. Jin-Seok yang salah paham, mengira kakaknya mengejar popularitas semata dan akhirnya muak setelah Jin-Tae m******* sahabat mereka sendiri yang berada di pihak musuh.
Jin-Seok pulang ke rumah dan mendapati tunangan Jin-Tae dituduh sebagai mata-mata Korea Utara dan hendak dibunuh. Jin-Seok berusaha menyelamatkan calon kakak iparnya itu. Di saat yang sama, Jin-Tae mencari adiknya dan tiba saat sang kekasih nyaris ditembak. Karena hasutan pihak yang akan m******* sang kekasih, Jin-Tae sempat meragukan kesucian kekasihnya dan itu berakibat tewasnya sang kekasih. Jin-Seok pun kembali menuduh kakaknya sebagai pembunuh dan mereka berdua ditahan meski Jin-Tae mengantongi medali kehormatan.
Dalam interogasi terhadap Jin-Tae, mendadak terjadi serangan dan kepala penjara memerintahkan agar para tawanan dibakar hidup-hidup. Jin-Tae yang patah arang setelah kematian kekasihnya dan mengira adiknya turut tewas terbakar akhirnya menyeberang ke pihak Korea Utara. Kini giliran Jin-Seok yang berusaha membawa pulang kakaknya dan gagal karena sang kakak tewas setelah berhasil memaksa Jin-Seok kembali ke rumah.

3. Film korea terbaik Castaway on the Moon (2009)

Castaway on the Moon (2009)

Rating Castaway on the Moon (2009) : 8.1/10  

Sinopsis film korea terbaik castaway on the moon

Film korea terbaik ini bercerita tentang orang-orang yang kesepian akibat modernitas, CAOTM dimulai dengan adegan seorang pria paruh baya yang ingin bunuh diri dengan cara lompat dari atas jembatan di sungai Han. Kim Seung Geun memang sedang dirundung malang tak berkesudahan. Ia terlilit hutang kartu kredit, kehilangan pekerjaan, dan pacar. Tapi apa mau dikatakan, Tuhan tak laju menghilangkan nyawanya dan memasukkannya ke neraka. Kim malah terjebak di tengah pulau kecil tak berpenghuni. Awalnya Kim berusaha untuk meminta pertolongan karena ia tak bisa berenang. Namun setelah beberapa lama mampu bertahan sendiri, Kim semakin betah dengan kesendiriannya dan menolak pergi. Di tengah cerita, penonton dikenalkan dengan seorang tokoh perempuan bernama Kim Jeong Yeon. Bila Kim terjebak di tengah pulau, perempuan ini menjebak dirinya di kamarnya. Baginya hidup cukup dengan satu kamar dan layar monitor, mouse, dan keyboard. Melalui internet, dia bisa berperan jadi apa dan siapa saja. Ketika sedang memotret, dia tanpa sengaja menangkap keberadaan Kim di pulaunya, dan tertarik mengabadikan apapun yang Kim lakukan. Sampai akhirnya mereka mencoba untuk berkomunikasi.

Kehadiran karakter Kim Jeong Yeon yang membedakan CAOTM dari sekadar remake murah Cast Away-nya Tom Hanks yang melegenda itu. Kim perempuan hampir sama dengan hikikomori di segmen ketiga film Tokyo (2008), yang disutradarai Joon Hoo Bong. Menurut departemen kesehatan Jepang, hikikomori adalah sebutan untuk orang-orang yang menolak keluar rumah dan benar-benar menarik diri dari lingkungan sosialnya. Karakter semacam ini bisa ditemui di film-film Asia dengan berbagai level dan motif alienasi. Hikikomori adalah tingkat yang ekstrem.

Kim yang terjebak berbulan-bulan di pulau kecil itu tak laju stress dan gila. Sebagai manusia, ia kembali ke instingnya semula: bertahan hidup dan menyesuaikan diri. Di pulau itu pula, ia dapat pelajaran berharga, bahwa yang membedakan manusia dengan hewan di sekitarnya adalah hasrat. Klimaks ditunjukkan ketika Kim menemukan bumbu mie kacang hitam instan. Kelezatan bumbu tanpa mie itu membuatnya berpikir keras hingga akhirnya mencoba mencari bibit dan bercocok tanam untuk membuat mie sendiri. Kim dengan kesendiriannya akhirnya bisa menjadi orang yang lebih berguna. Ia bisa memenuhi segala kebutuhannya dan yang terpenting, memenuhi keinginannya. Ini terbukti, ketika si perempuan yang kasihan melihat Kim berusaha terlalu keras dan mengirimkan mie delivery. Kiriman tersebut ditolak. Ketika si perempuan bertanya kepada kurir pengantar makanan kenapa Kim menolaknya, jawabannya, “Karena semangkok mie itu adalah harapannya.”

Melalui Kim kita tersedak mengetahui bahwa modernitas menawarkan segala kemudahan hingga kita tak perlu berusaha apa-apa. Kemudahan terkadang membuat orang tak lagi punya keinginan. Ini seperti istri dokter Sulivan Travis dalam film Dr. T and The Women (2000), yang didiagnosa gila karena terlalu bahagia. Dengan segala kesulitan yang ia taklukan, Kim merasa lebih berarti hingga ketika ada yang mampu memberikannya begitu saja, ia tak mau. Kim paling tidak membuktikan bahwa ungkapan yang orang anggap klise, seperti “yang penting adalah perjalanan, bukan tujuan” terkadang benar adanya.

Berbeda dengan Kim pria, Kim perempuan memperlakukan aleniasi sebagai pilihan. Ia memilih mengasingkan dirinya di kamar. Kim yang satu ini merupakan refleksi dari kehidupan urban pada umumnya dalam tingkat ekstrem. Hidupnya dipenuhi rutinitas gadget yang memudahkan diri untuk tak bicara secara langsung. Ketika ibunya bertanya butuh apa dari balik pintu kamarnya, Kim menjawab melalui SMS. Melihat Kim meng-h*** blog orang lain dan menggunakan identitas orang lain, kita tahu bahwa isunya adalah kepercayaan diri. Kim merasa lebih leluasa dengan dirinya yang lain di dunia maya. Akibat buruknya adalah ia tak lagi peduli dengan kehidupan fisiknya. Kamarnya penuh sampah dan ia terlihat sangat tak terurus. “Pertemuannya” dengan Kim yang lain adalah pemecahan aleniasinya. Kim mulai keluar pada malam hari untuk mengirimkan surat dalam botol ke pulau kecil itu, dan mulai mau bicara pada ibunya.

Walau dengan kelemahan teknis di beberapa bagian, dengan segala adegan komikal ala komedi romantis Korea, CAOTM berhasil membuktikan premisnya, bahwa alienasi bukanlah sesuatu yang diciptakan untuk manusia. Kim yang terbiasa hidup di pulau tetap senang mendapat teman, sedangkan Kim yang lain mulai merasa hidupnya beriak ketika berkomunikasi dengan orang lain secara fisik. Ternyata, selain kesibukan, ada satu hal yang mutlak bagi orang-orang yang kesepian: berteman. Sepi mungkin tak harus modern, tapi yang pasti, sepi itu membosankan.

2. Film korea terbaik Miracle in Cell No. 7 (2013)

Miracle in Cell No. 7 (2013)

Rating Miracle in Cell No. 7 (2013) : 8.2/10  

Sinopsis film korea terbaik miracle in cell no 7

Film Korea terbaik Miracle in Cell No.7, menceritakan seorang ayah bernama Lee Yong Goo (diperankan Ryoo Seung-Ryong), yang memiliki keterbelakangan mental. Namun dia begitu mencintai putrinya Ye Sung (diperankan Park Shin Hye dan Kal So-won) yang berusia 6 tahun. Suatu hari, Ye Sung ingin membeli sebuah tas kuning bergambar Sailor Moon, tetapi tas tersebut hanya tersisa satu-satunya  dan sudah dibeli oleh anak komisaris polisi. Kemudian ayahnya menjanjikan untuk membeli tas itu, dia memohon pada orang yang membeli tas itu supaya dijualnya tetapi anak itu tidak menjual tas itu karena dia juga menyukai tas itu.
         Pada suatu saat anak komisaris polisi yang membeli tas itu, berbicara pada ayahnya Ye Sung. Dia mengetahui dimana ayahnya Ye Sung bisa mendapatkan tas yang sama seperti anak komisaris beli, anaknya menyuruh ayahnya Ye Sung mengikutinya. Pada saat mengikuti anak komisaris itu, anak itupun terjatuh. Dari penyebab itu, ayahnya Ye Sung terjebak dalam sebuah kasus dengan tuduhan melakukan penculikan, kekerasan seksual, hingga pembunuhan pada anak seorang komisaris polisi tersebut, anak yang telah membeli tas terakhir yang Ye sung dan ayahnya inginkan.
     Kemudian ayah dan anak ini pun terpisah, Ye-sung dikirim ke sebuah lembaga pengasuhan. Sedangkan, ayahnya Yong Goo dimasukan dalam sel penjara no.7, dimana sel tersebut memiliki tingkat keamanan tinggi. Penghuni lain didalam sel tersebut menyadari kalau Yong Goo adalah seseorang yang memiliki keterbelakangan mental. Yong Goo hanya memiliki satu keinginan yaitu melihat putrinya, Ye Seung. Begitulah akhirnya lelaki itu dipenjara di sel nomor 7, bersama tahanan lain dengan kasus-kasus berbeda, awalnya ia menerima intimidasi, tapi karena kejujurannya dan beberapa insiden yang membuktikan kalau Yong Goo adalah orang baik, penghuni penjara sekaligus kepala sipir mulai bersimpati padanya.
       Narapidana disel itu membantunya kembali bertemu anak gadisnya, membawa Yae Sung secara diam-diam ke dalam sel, bahkan mereka juga mengajari Yong Goo menjawab di persidangan. Bahkan kepala sipir sendiri yang awalnya marah ketika tahu ada anak gadis di penjara, akhirnya mengijinkan anak gadis itu tinggal di sana. Namun ending film ini ayahnya Ye Sung tetap dihukum mati. Sesaat sebelum pengadilan dimulai, ia diancam oleh komisaris polisi, bahwa jika ia tidak mau dihukum, maka Yae Sung akan dibunuh.

1. Film korea terbaik Oldboy (2003)

Oldboy (2003)

Rating Oldboy (2003) : 8.4/10

Sinopsis film korea terbaik oldboy

ilm ini dibuka dengan menampilkan sang tokoh utama, Oh Dae-su (Choi Min-sik), seorang warga biasa, ditangkap polisi karena mabuk-mabukan. Setelah temannya membayarkan uang jaminan untuk membebaskannya, Dae-su hilang diculik oleh orang-orang tak dikenal.

Dae-su lalu ditampilkan sedang dikurung di dalam sebuah kamar yang tampak seperti sebuah kamar hotel yang suram. Ia dikurung selama 15 tahun tanpa diberitahu siapa yang memerintahkan pengurungannya. Sepanjang 15 tahun itu, ia hampir menjadi gila dan mengetahui kabar terbunuhnya istrinya melalui televisi.

Dae-su juga melatih dirinya agar bisa membalaskan dendam jika berhasil keluar dari tahanan. Suatu kali saat makanan yang diantarkan kepadanya disertai sebatang sumpit tambahan, ia menggunakannya untuk mengorek dinding kamar dan akhirnya berhasil menampakkan sebuah lubang kecil di dinding.

Tiba-tiba saja ia dilepaskan dan diberikan satu setel pakaian, telepon genggam, buku harian yang ia tulis selama dikurung, serta sebuah dompet berisi banyak uang. Di sebuah restoran sushi, ia bertemu wanita muda bernama Mi-do (Kang Hye-jeong), yang merasa iba kepada Dae-su dan membawanya tinggal bersamanya.

Dae-su lalu bertemu dengan Woo-jin (Yu Ji-tae), orang yang mengaku bertanggung jawab atas pengurungan Dae-su. Woo-jin menantang Dae-su untuk mencari tahu alasan di balik pengurungannya dalam lima hari. Jika ia gagal, Mi-do akan dibunuh. Jika berhasil, Woo-jin akan bunuh diri.

Dari penyelidikan yang dilakukannya, Dae-su berhasil menemukan lokasi tempat kurungannya dan bertemu dengan sang manajer tempat tersebut. Melalui kaset rekaman milik sang manajer, Dae-su mengetahui bahwa Woo-jin memang berada di balik semua kejadian yang menimpanya, namun tidak ada alasan spesifik yang dikatakan Woo-jin kecuali bahwa “Oh Dae-su berbicara terlalu banyak.” Sementara itu hubungan Dae-su dan Mi-do semakin dekat dan pada suatu malam, mereka akhirnya b*******.

Dengan bantuan Mi-do, Dae-su menemukan bahwa ternyata pada masa sekolah menengah, ia pernah melihat Woo-jin dan saudara perempuannya Soo-ah sedang melakukan h*************. Saat itu Dae-su kemudian memberitahukan hal tersebut kepada temannya, dan rumor pun beredar bahwa Soo-ah telah hamil akibat kejadian tersebut. Soo-ah sendiri menjadi yakin bahwa ia hamil, dan memutuskan bunuh diri.

Saat Dae-su mengkonfrontasikan Woo-jin tentang informasi ini, Woo-jin rupanya juga telah mempersiapkan rahasia untuk dibeberkan kepada Dae-su. Mi-do rupanya adalah anak Dae-su yang telah lama hilang. Pertemuan keduanya ternyata telah dipersiapkan Woo-jin, ditambah dengan penggunaan hipnosis terhadap Dae-su dan Mi-do agar semuanya berjalan lancar.

Dae-su terkejut dan menjadi ketakutan; ia meminta agar Woo-jin tidak memberitahukan hal tersebut kepada Mi-do, dan bahkan memotong lidahnya sendiri agar tidak akan pernah berbicara terlalu banyak lagi. Woo-jin sendiri memenuhi janjinya, dan bunuh diri.

Baca juga ya : 15 Drama Korea dengan Ending Tidak Terduga atau Twist Ending Terbaik

20 Drama Korea Romantis Terbaik Wajib di Tonton List Terbaru 2017